Waktu Kecil Dulu, Suka Main Apa?

Postingan ini dibuat atas kegemasan saya melihat adik-adik saya yang mulai lebih sibuk bermain dengan smartphone-nya ketimbang lulumpatan, main bola bekel, congkak atau petak umpet.

Berbahagialah bagi teman-teman yang masih bisa merasakan nikmatnya bermain permainan tradisional. Sebelum permainan-permainan itu terlupakan, saya sedang mencoba mengingat-ngingat permainan yang saya dan teman-teman suka mainkan dulu, mulai dari yang tradisional sampai yang umum di jamannya.

  • Bebentengan

Engga tau di tempat lain sebutan untuk permainan ini apa. Ini cuma sebutan di salah satu desa kecil tempat kelahiranku di Majalengka. Permainan ini bisa dimainkan oleh 6 sampai 10 orang yang kemudian dibagi menjadi dua kubu. *kubu banget nih nyebutnya? haha

Bebentengan harus dimainkan di lapangan. Kalo ga ada lapangan, di tanah yang agak luas dikit juga bisa. Masing-masing kubu nanti punya benteng yang mesti dijaga di sudut lapang yang berbeda. Masing-masing harus berusaha menangkap orang-orang dari kubu lawan, caranya, ngoconan alias berusaha menarik perhatian lawan dulu, lalu saling kejar-kejaran di area permainan. Orang yang berhasil ditangkap akan masuk penjara dan ga bisa keluar kecuali ada yang nyelametin. Semakin banyak orang dari kubu lawan ketangkap, semakin besar kesempatan untuk menempati benteng lawan. Yang berhasil menempati dan menguasai benteng lawan, itulah yang jadi pemenang.

Yak begitulah kira-kira. Bebentengan ini ibarat perang memperebutkan kekuasaan. Hahaa.

  • Dadaluan

Dadaluan juga merupakan salah satu permainan yang harus dimainkan di lapangan. Dadaluan dimainkan oleh 8 sampai 10 orang yang juga dibagi menjadi 2 kubu. Salah satu kubu merupakan kubu yang harus menjaga garis yang harus dilewati lawan sedang kubu lainnya harus berusaha melewati garis tersebut bolak balik dan yang berhasil kembali selamat keluar garis pertama adalah pemenangnya.

Cukup ada lapangan luas tanpa perlu tambahan alat apapun. Pemain hanya dituntut untuk siap lari-larian sedikit, tangkas dan cermat agar tidak sampai tertangkap saat melewati garis.

  • Petak Umpet alias Ucing Sumput alias Budug Samuni

Permainan ini kayanya salah satu yang masih dimainkan oleh kids zaman now. Bisa dimainkan oleh 5 sampai 10 orang.

Diawali dengan hompimpa alaihum gambreng dan sutten alias suit sampai ketemu nanti siapa yang jadi ucing-nya. Si ucing ini nantinya menutup mata, nyender ke tembok biasanya, sambil berhitung, sementara yang lainnya harus bersembunyi. Setelah hitungan selesai, si ucing harus menemukan pemain yang bersembunyi, dan jika ketemu, harus buru-buru menuju tembok dan menepuk tembok sambil bilang “dua lima”.

Jika yang bersembunyi berhasil ditemukan semua, selanjutnya semua berbaris sambil diundi sama si ucing dengan tutup mata nyender ke tembok untuk menentukan siapa yang akan jadi ucing selanjutnya.

Ucing sumput ini juga tidak perlu pakai banyak alat. Hanya memerlukan kejelian si yang jadi ucing dan kecerdikan si yang nyumput alias yang bersembunyi.

  • Budug Tapuk

Entah kenapa di tempatku yang kebagian jaga alias jadi ucing juga sering disebut budug :”

Budug tapuk ini mirip sama ucing sumput. Bedanya yang kebagian jadi ucing (ga enak kalo bilang budug) tidak harus menutup mata sambil berhitung tapi harus menyusun pecahan genteng yang sudah diacak sampai tersusun vertikal kaya menara, sementara pemain lainnya harus bersembunyi.

Setelah pecahan genteng tersusun, si ucing harus mencari pemain yang bersembunyi dan juga harus tetap berusaha menjaga susunan pecahan gentengnya tetap aman jangan sampai dihancurkan oleh pemain yang bersembunyi agar ia selamat engga jadi ucing terus-terusan.

  • Popolisian alias Pepenjahatan

Masih ada ga yah anak jaman kiwari yang main permainan ini? Ini juga simpel banget aturan mainnya. Bisa dimainin 6 sampai 10 orang yang kemudian dibagi menjadi dua grup; satu sebagai grup polisi, satu grup penjahat.

Entah apa kejahatan yang dibuat, pokoknya setelah permainan dimulai, grup polisi harus menangkap grup penjahat. Jika berhasil tertangkap semua, polisi pemenangnya. Jika belum tertangkap juga, penjahat akan jadi pemenang sampai akhirnya para ibu mulai memanggil anak-anaknya menyuruh pulang untuk makan atau mandi atau bisa sampai para pemain sudah kelelahan karena lari-larian. Ga ada ending yang jelas deh kayanya kalo polisinya engga berhasil nangkep semua penjahatnya. Hanya bosan dan capek yang bisa menghentikan permainannya. Hahaa

  • Ngoyok

Ngoyok ini adalah sebutan di kampung kalo kita main di sungai. Engga cuma berenang, nyusurin sungai sambil nyari ikan berenyit jadi hal yang menyenangkan. Anak kecil itu kayanya emang hobi banget main basah-basahan. Selain ujan-ujanan, ngoyok juga jadi favorit buat main basah-basahan.

Sayang banget, jaman sekarang ga banyak sungai yang bisa dipake main. Huhuu

Beruntunglah yang masih bisa ngerasain senangnya main di sungai. Mari tetep jaga kebersihan, jangan buang sampah sembarangan demi keberlangsungan anak cucu kita kelak. *Shiyappppp

  • Bola Bekel

bekel

Kadang nyebut bola bekel, kadang juga nyebut beklen. Permainan ini butuh bola yang disebut bola bekel dan kuwuk (semacam cangkang kerang laut) sejumlah 7 biji. Selanjutnya pemain harus melempar bola lalu mengambil kuwuk satu persatu sebelum bola jatuh ke lantai untuk yang kedua kalinya. Permainan ini ada tahapan levelnya. Pertama ambil satu-satu, lalu dua, tiga sampai akhirnya ambil ketujuhnya. Selanjutnya ada tahap nangkarak dimana sebelum diambil si kuwuk harus dibuat telentang dahulu. Terakhir ada tahap nangkub dimana sebelum diambil si kuwuk harus dibuat telungkup dahulu.

Permainan ini ga cuma bisa dimainkan bareng-bareng, sendirian pun bisa. Agak ga jelas yah penjelasan diatas, baiknya dijelasin sambil dimainin. Yuks, main bola bekel lagi biar anak-anak masa kini dan masa depan masih bisa ngerasain dan permainan ini engga punah. Hahaa

  • Aacukan alias BP-BP-an

101260_c86c2b24-ee83-11e4-bc2d-e6e649bc7260

Familiar dengan permainan ini? Permainan ini ibarat kita lagi main wayang dengan orang-orangan kertas itu sebagai wayangnya. Permainan ini sangat membantu anak-anak dalam mengembangkan imajinasi. Jaman dulu, seringnya cerita yang dibuat agak-agak sinetron layaknya sinetron wajib yang tak boleh dilewatkan dan selalu dinanti di jamannya, Tersanjung.

  • Dan masih banyak yang lainnya

Masih banyak banget permainan yang bisa dimainkan tanpa gadget dan banyak manfaatnya, main loncat tinggi pakai karet, oray-orayan/ular-ularan, main layangan, main gasing tradisional yang biasa disebut papanggalan dan lainnya. Sebagian permainan mungkin sudah bisa dimainkan lewat smartphone seperti ular tangga, ludo dan catur. Permainan masa saya kecil dulu, seperti yang saya sebut diatas engga kalah menyenangkan dan menantang kok.

Kalo kamu, permainan apa yang paling mengesankan dan menyenangkan semasa kecil dulu?


Sumber Gambar:
https://www.tokopedia.com/anneuishop/generasi-90an-bp-bp-an-bongkar-pasang-model-buku
https://kambojabiru.wordpress.com/2014/04/30/bola-bekel-mengembangkan-kemampuan-motorik/
Advertisements

Membaca Buku itu Menyenangkan. Kenapa?

jk-rowling-on-reading

Berawal dari sebuah buku Ensiklopedia Flora dan Fauna milik Mamah yang mengisi masa kecil saya, dari situlah saya jatuh cinta dengan membaca. Entah kenapa buku itu masih sangat melekat dalam ingatan. Buku yang membawa saya bersafari ke hutan dan padang rumput bertemu hewan yang bahkan belum pernah saya temui.

Buku itu menarik. Terlebih karena foto yang disajikan sungguh memanjakan mata. Saya baca keterangan yang ada mengenai hewan-hewan yang ada di buku itu dan membuat saya semakin merasa sedang berpetualang di sebuah hutan. Ah ya, waktu itu sedang ramai tren sewa VCD. Bapak saya membawakan saya VCD The Lion King, jadilah saya setelah menonton film tersebut yang sungguh membuat saya jatuh cinta dengan filmnya, saya mencari hewan yang ada di film tersebut di buku Ensiklopedia Flora dan Fauna tadi. Dan ketika saya menemukan hewan yang ada di The Lion King di buku tersebut, seketika saya merasa mendapat pencerahan. Ada sesuatu yang baru lagi di kepala saya. Ada sesuatu yang kembali membawa saya berkhayal dan berpetualang. Dan, inilah salah satu alasan mengapa saya senang membaca buku.

Yang saya rasakan ketika membaca buku adalah,

  • Reading brings joy. Ketika saya membaca, saya merasakan keintiman saya dengan dunia yang ada di kepala saya. Perlahan saya bisa melupakan sejenak hiruk-pikuk kehidupan dan segala kesibukan yang telah menyita waktu dan energi. Ketika insomnia saya datang, membaca adalah salah satu yang membuat saya bisa tidur dengan mudah. Bukan karena buku yang saya baca itu membosankan. Semua itu karena membaca telah membawa saya pada keadaan relax dan nyaman. Membaca adalah semacam proses healing dan sesuatu yang menjauhkan saya dari stress. Membaca adalah salah satu hal yang bisa bikin saya tetap waras.
  • Discover, Time Travel. Membaca telah membawa saya berpetualang entah itu ke masa lampau atau ke masa yang akan datang. Membaca buku dengan setting hari-hari yang telah lalu membuat saya berpetualang ke masa yang bahkan belum pernah saya alami. Latar lokasi yang menjadi bagian dari cerita juga telah membawa saya berpetualang ke banyak tempat yang belum pernah saya kunjungi. Saya bisa membayangkan bagaimana Bandung di Tahun 1990 seperti apa ketika saya membaca Dilan – Pidi Baiq. Saya bisa merasakan badai pasir dan panasnya Mesir ketika saya membaca Ayat-ayat Cinta – Habiburrahman El Shirazy. Saya bisa merasakan kembali serunya jadi anak SMA ketika membaca novel TeenLit. Saya bahkan bisa membayangkan bagaimana jika saya berprofesi sebagai penulis, banker, arsitek, pengacara dan lain sebagainya ketika saya membaca novel dewasa.
  • Learn Something New. Buku adalah jendela dunia dan membaca adalah cara kita untuk membuka jendela dan melihat dunia tersebut. Membaca sudah jelas akan membawa kita pada sesuatu yang baru, ilmu baru, kata-kata baru, cara pandang yang baru dan apapun itu yang akan membukakan mata, hati dan kepala kita pada hal-hal yang baru. Membaca itu mengayakan. Seorang teman pernah bilang, membaca itu juga adalah sebagai sarana untuk menutrisi otak. Dan that’s totally right!

Itulah beberapa hal yang saya rasakan ketika saya membaca buku. Cukup menyenangkan bukan?

Quotefancy-358088-3840x2160

Semoga yang belum suka baca buku, bisa tertular virus membaca dari postingan ini ya! Haha

Semoga bermanfaat.

Selamat menghabiskan akhir pekan.

Salam,

Yossi Fitriani, yang hari Sabtu engga libur kerja.


Sumber Gambar:
https://inbetweenbookpages.wordpress.com/tag/j-k-rowling/
https://quotefancy.com/quote/8368/J-K-Rowling-If-you-don-t-like-to-read-you-haven-t-found-the-right-book

Menghilangkan Jenuh Dengan Pekerjaan

woman-working-in-the-office-750x422

“Akan selalu ada rasa bosan dan jenuh melanda di setiap apapun yang dilakukan secara rutin.” – Ochi, November 2017.

Life is suck! Seberapa suka pun saya dengan apa yang saya lakukan, entah kenapa selalu ada masa di mana jenuh dan bosan itu datang. Dan tiba-tiba saya jadi enggan melakukannya hanya karena saya enggan, tidak mau atau karena mendadak mood saya jatuh ke sumur karena terlalu banyak hal-hal negatif yang merasuki saya.

Bosan karena kadang ngerasa, kok tiap hari gini amat ya? Datar…. Kaya engga ada kemajuan. Kadang pikiran-pikiran kaya gitu malah bikin saya menunda-nunda pekerjaan. Paling sebel kalo udah ada gangguan dari luar semisal mungkin ada beberapa orang nyebelin, kendala teknis semisal komputer atau printer error, hingga lelah karena harus berangkat shubuh demi menghindari banjir dan jalan muter-muter ditambah macet. Arrrrggghhhhhhhhh… Stress Level bener-bener udah sampai di puncak ubun-ubun. Rasanya kadang ingin resign saja kalo engga ingat akan kebutuhan hidup. Wkwkwk…

Ketika kejenuhan-kejenuhan itu melanda dan kita dituntut untuk tetap mengerjakan dan menyelesaikannya, tidak ada jalan lain selain apa yang Aa Gym pernah bilang, Hadapi, Hayati, Nikmati. Semuanya harus tetap saya jalani sampai saya mungkin suatu hari dapet pencerahan dan jalan yang lebih baik. Sambil ngejalani, saya lakuin hal-hal yang mungkin bisa nge-refresh otak sama hati saya berikut ini. Boleh banget kalo mau diikuti dan diaplikasikan. Wkwk

  1. Beres-beres meja kantor. Beres-beres ini buat saya cukup efektif buat balikin mood. Mulai dari rapihin kertas-kertas di meja, milah-milih mana yang sudah dan yang belum saya kerjakan, dan terpenting menyingkirkan sampah-sampah alias hal yang jelas udah ga kepake lagi dan masih ada di meja. Ini lumayan bisa bikin saya jadi ceria lagi buat ngelakuin tugas-tugas yang sudah menanti. Bagi saya, dimanapun itu, bersih-bersih emang selalu efektif bikin mood jadi baik. Karena saya hobinya emang ngeberantakin, jadi sekalinya rapih, saya bahagia, walau beberapa jam kemudian akan kembali messy dan urakan. Haaaa….
  2. Musik. Ini penting dan wajib selalu ada. Kapanpun saya bosan, musik selalu jadi penyelamat paling mujarab. Walau kadang suka kelepasan pasang volume kenceng di headset dan ga kedengeran orang ngomong apa hahaaa… Dengerin musik emang udah bikin candu dan jadi mood booster ter-unchhhhhh kalo kata kids jaman now mah. *Nahhh… Cocok nih kayanya buat jadi postingan di Playlist selanjutnya. Ting!*
  3. Jalan-jalan keluar ruangan. Berada di lingkungan pabrik yang lumayan gede ini bikin saya pengen jalan-jalan kalo lagi jenuh. Kadang suka “menyelam sambil menangkap ikan” gitu. Kalo lagi jalan ke departemen lain, sekalian ada perlu, biasanya saya sempetin juga buat ngobrol-ngobrol cantik, ga jarang juga ikut nyemil di kantor orang sambil ber-haha-hihi mencoba meredam sedikit soal urusan pekerjaan. Jadi yaaa gitu…. Bekerja dan bercanda seperlunya. Make it balance ~ Eaaaaaaaaaaa….
  4. Kopi, teh dan cemilan. Tiga hal ini juga masuk di list-yang-wajib-ada di kantor. Saya kadang butuh kopi, (k)etika (o)tak (p)erlu (i)nspirasi. Saya juga kadang lebih milih teh, ketika saya lebih butuh buat rileks. Saya butuh cemilan, karena mikir itu bikin energi cepet berkurang dan tentunya perlu diisi ulang. WKWK.
  5. Cuti. Jangan sia-siakan jatah cuti, itu prinsip saya. Saya mungkin bukanlah karyawan yang rajin, yang sebisa mungkin menghindari cuti. Saya adalah orang yang senang jika bisa memanfaatkan cuti untuk hal-hal yang saya suka. Sebagian besar cuti saya habis karena saya pergi ke suatu tempat. Bisa mudik, bisa dateng ke event, atau bahkan saya ambil cuti hanya untuk sekedar me-time, diem di rumah, tidur dan leyeh-leyeh. Haaaaa… Ini sangat-sangat membantu buat ngerefresh otak. SANGAT!

Kayanya, segitu aja dulu yang suka saya lakuin kalo saya lagi bosen dan jenuh sama pekerjaan. Hal-hal sederhana yang bisa bikin mood saya balik ke puncaknya atau setidaknya stabil.

Temen-temen punya cara lain? Boleh dong di-share juga… Siapa tahu jadi alternatif lain yang menolong ^^

Saya kembali kerja dulu,

Iya. Hari Sabtu saya masuk.

Life is suck, huh?

But, Life is also amazing! So Much!

Sumber gambar:
wanita karir via www.flurtmag.com

I Was Both Happy & Sad at The Same Time

Time flies… dan ga terasa sekarang saya berada di usia dimana pertanyaan “Kapan Nikah?” akan selalu hadir ketika ketemu sodara-sodara atau teman-teman di kondangan, di reuni atau di perkumpulan apapun itu.

Jaman kuliah dulu, obrolan nikah masih obrolan ringan, lucu-lucuan dan khayalan semata. Sekarang, seperti yang teman saya bilang, di usia saya sekarang soal nikah itu udah jadi “kritis”, apalagi untuk perempuan yang usianya sudah lewat 20.

Tapi pandangan orang pasti berbeda-beda soal usia menikah. Saya sendiri termasuk orang yang masih nyantai dan belum terlalu mau mikirin meski kadang kalau udah ngobrol sama Bapak, itu kaya jadi beban dan kadang jadi baper pengen nikah kalo balik dari kondangan temen. Hahaha

Banyak teman saya yang sudah menikah dan bahkan punya anak. Beberapa teman dekat saya juga satu persatu sudah dan akan naik ke pelaminan. And you know how it feels like? I was feel happy and sad at the same time. Senang karena akhirnya mereka menemukan pasangan hidupnya, teman seperjuangannya sampai akhir hayat, teman berbagi suka dan duka, teman untuk berjuang menggapai surga-Nya, teman makan, teman main, teman ngobrol dan teman tidur hahaha. Sedih karena mungkin temen kita engga bakal gampang diajak ngobrol, ketemu dan main bareng lagi. Sedih karena bakal bertambahlah pertanyaan yang meluncur, seperti “Kapan nyusul?”. Sedih karena saya pasti baper-baper mah ada. Huhuhuuu… Tapi ternyata semua itu salaaaaaaahhhhhhh! Semuanya ternyata masih menyenangkan dan kita masih bisa bertukar sapa dan ngobrol mulai dari yang serius, yang jahil sampai yang ga penting lewat grup line / WA atau lewat DM atau bahkan telepon. Semuanya masih asyiiiikkkk walau jarak nan jauh membuat kita pada jarang ketemu 😦

Ini postingan curhat banget yaaaaa? Hahaha.

5035497630245(1)
Ini temen-temen dari jaman SD, sebagian ada yang dari TK dan di antara kita semua akhirnya Fitri yang duluan naik pelaminan. Abis acara, kita bertujuh yang baju ungu hom pim pah nentuin siapa yang bakal nyusul Fitri hahahaha
6tag-1149345248-1374824110064758537_1149345248
Temen sekelas selama tiga tahun di SMK.  Udah pada nikah dan tinggal saya aja yang belom hahaha Sekarang mereka lagi sama-sama nungguin dede utun lahir ke dunia. Semoga lancaaaaarrrrrr sampai lahiran dan sehat selaluuuuu… Aamiin aamiin.
DSC03359
Finally, satu dari Para Tukang Pijat (Keyboard) ++ ini ada yang soon to be Mrs… Lancar sampai hari H yaa Liaaaaaaaaa….
5471227066907(1)
Satu per satu dari Furendoshippu alias Geng Kobra alias Tum Hi Ho naik ke pelaminan.
5472686517232(1)
Abis dari kondangan. Jalan-jalan masih dengan baju kondangan komplit dengan heels dan wedges yang aduh lumayan bikin kaki pegel hahaha
5472686297494(1)
Lihat kelakuan masih pengen kaya anak SMA gini. Kami-kami kayanya emang belum pada siap nikah. Hahaha. Luruskan lahir dan bathin kami agar cepet nikah Ya Allah….. Aamiin.

Teruntuk teman-temanku tersayang yang sudah menikah, semoga kasih sayang Allah senantiasa menyertai kehidupan kalian dan keluarga. Temanku yang akan menikah, semoga selalu dilancarkan semuanya sampai tiba waktu hari bahagianya. Dan teruntuk yang belum melihat adanya “hilal” untuk menikah (termasuk aku) semoga dibukakan jalannya, disiapkan lahir dan bathinnya dan dipermudah urusan jodohnya… Aamiin aamiin aamiin…

Love and… Cheers!

Ochi.

 

Curhat di Musim Banjir

Sudah dua minggu ini hampir setiap hari Bandung dilanda hujan. Alhasil seperti biasa hujan selalu menyebabkan banjir di Dayeuh Kolot, Bale Endah dan beberapa daerah lainnya di Kabupaten Bandung. Oh tidak. Salah. Bukan hujan yang menyebabkan banjir. Penyebab banjir sebenarnya adalah kita sendiri. Kita yang kurang merawat lingkungan kita sendiri. Kita yang tidak memperhatikan bahkan tidak peduli pada lingkungan sendiri. Hasilnya, sampah yang menumpuk, selokan yang tidak mengalir, gorong-gorong yang mampet, sungai yang semakin jadi dangkal ini membuat air kehilangan tempatnya. Air mengalir ke tempat-tempat yang tak seharusnya dilalui. Tapi bagaimana lagi, sungai Citarum ini sudah tak mampu lagi mengalirkan air dijalurnya. Air meluap karena terlalu banyak sementara sungai sudah tak sedalam dulu. Belum lagi dikala hujan besar melanda, ini adalah momen pas bagi sebagian pabrik yang beroperasi disini untuk membuang limbah mereka secara sadis hanyut bersama air hujan. Itulah kenapa air yang mengalir di jalan Moh. Toha – Dayeuh Kolot sering terlihat bagai pelangi kusam. Beberapa meter merah, beberapa meter biru, beberapa meter hijau, beberapa meter cokelat, beberapa meter hitam pekat dan sudah jelas bau.

Hal lain yang sudah pasti terjadi ketika hujan besar melanda adalah macet. Yap. Karena disini adalah daerah industri, dalam sehari jalan Moh. Toha – Dayeuh Kolot ini dilalui ratusan atau bahkan ribuan orang yang pergi mencari serpihan kehidupan. Di kala banjir melanda sudah jelas beberapa jalan jadi tidak bisa dilalui. Dan semua orang yang akan berangkat bekerja beramai-ramai mencari jalan alternatif.

Jika jalur Moh. Toha – Dayeuh Kolot sudah banjir, maka alternatifnya (untuk saya yang berangkat dari Bale Endah ke Jalan Cisirung-Dayeuh Kolot) adalah lewat Jalan Bojongsoang atau lewat Rancamanyar. Karena belum terlalu hafal jalan Rancamanyar, maka saya biasa melewati jalan Bojongsoang.

Hari Selasa, 01 November 2016 lalu adalah macet terparah yang pernah saya alami. Saya berangkat lebih pagi dari biasanya, berangkat jam 06.30. Ternyata saya masih kurang pagi. Baru beberapa meter motor melaju meninggalkan rumah, motor dan mobil sudah padat merayap menghasilkan kemacetan. Jalur arah ke Buah Batu sudah dipadati oleh sebagian besar karyawan yang akan berangkat kerja bahkan sampai memadati jalan arah sebaliknya. Continue reading “Curhat di Musim Banjir”