China Town Bandung, Klasik tapi Asyik!

Tahun ini Kota Bandung punya tempat wisata baru lagiiiiiiiiiiiii. Kota Bandung kini punya China Town, sebuah tempat wisata yang menjadi salah satu tempat yang mengundang perhatian banyak orang khususnya para pemburu spot foto cantik dan unik yang tentunya pasti instagramable banget.

IMG20170921141956

Berkunjung ke China Town membawa saya merasa seperti sedang berada di Negeri Tirai Bambu, lengkap dengan nuansa serba oriental dan klasik. China Town ini letaknya ada di kawasan Pecinan Kota Bandung dekat dengan Klenteng Satya Budhi, tepatnya ada di Jl. Kelenteng No.41, Ciroyom, Andir, Kota Bandung, Jawa Barat 40182.

IMG20170921145852

Selain punya banyak spot foto yang cantik dan unik sebagai tempat wisata selfie, China Town juga menyuguhkan wisata kuliner dengan berbagai macam menu makanan, mulai dari yang oriental sampai yang khas nusantara banget. Di dalamnya ada juga beberapa penjual aksesories dan pernak-pernik unik khas Tiongkok yang bisa dibawa pulang sebagai pilihan untuk oleh-oleh. Ah, satu lagi yang unik, temen-temen juga bisa berfoto dengan memakai pakaian khas Negeri Tirai Bambu komplit dengan riasannya. Jadi, buat saya China Town ini adalah tempat wisata yang cukup komplit fasilitasnya, bisa nongkrong, foto-foto, makan-makan juga sekaligus jajan oleh-oleh. Oia, disana juga disediakan mushola dan insyaallah terjamin halal makanannya karena semua tempat makan disana bertuliskan “No Pork”.

IMG20170921145542

Saya cukup puas dengan mengambil banyak foto disana. Banyak mural-mural kece, hiasan lampion, lukisan-lukisan khas China, pajangan barang-barang antik, dan ada juga info grafis tentang sejarah kedatangan orang Tionghoa jaman dulu ke Kota Bandung. Tempatnya gampang buat dijelajah sampai sudut-sudutnya. Anak-anak, muda-mudi sampai dewasa yang mau main ke China Town atau mau bawa keluarga, cocok! Bisa banget!

IMG20170921142245

Dengan tiket masuk Rp. 20.000 (sudah plus dikasih kue imut-imut), jalan-jalan ke China Town berhasil membawa saya mengenang hal-hal klasik tapi tetep asyik!

IMG20170921141338IMG20170921145754IMG20170921145615IMG20170921145037

PS:

Maafkan saya yang terlalu narsis kebanyakan foto, kapan lagi soalnya mumpung lagi ada yang mau motoin, wkwkwk

Photos taken by: Arief Ramadhan | Taken with: Oppo F3

Advertisements

Kesegaran: Nemu Lahang di Tengah Hutan

Teman-teman ada yang tahu minuman yang namanya Lahang? Bagi sebagian orang Jawa Barat mungkin sudah tidak asing lagi dengan minuman yang satu ini, dan mungkin di beberapa daerah minuman satu ini punya nama yang berbeda-beda. Dan di kampung halaman saya di Majalengka disebutnya Lahang.

Lahang merupakan minuman khas Indonesia yang terbuat dari nira atau air sadapan sari aren. Rasa manis dan segar adalah ciri dari minuman ini. Minuman ini dikenal di seluruh Indonesia, tetapi lebih dikaitkan dengan minuman khas Sunda. Lahang dikenal memiliki kualitas sebagai minuman isotonik tradisional. – Wikipedia.

Nah… Entah kapan saya terakhir minum lahang. Yang paling saya inget itu waktu saya masih kecil, mungkin sekitar TK atau SD, saya masih sering melihat penjualnya lewat dan selalu ada saat saya ikut Uwa ke pasar. Rasanya dulu gampang sekali buat nyari minuman yang satu ini. Biasanya ada Bapak-bapak yang ngider sambil bawa bambu panjang yang isinya air nira alias lahang.

Selama di Bandung saya belum pernah nemu yang jualan lahang. Kepikiran buat minum aja engga karena mungkin lupa saking udah lamanya engga liat penjual lahang. Sampai akhirnya engga sengaja saya nemu penjual lahang pas main di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Dago. Rasanyaaaaaaaa…. Berasa mengenang masa kecil dan tentunya cukup memberi kesegaran di tengah perjalanan menuju curug yang rasanya ga nyampe-nyampe.

Nikmat??? Alhamdulillah, Banget!

Segeeeeeerrrrrrrrrr…….

Dan yang lebih istimewanya lagi, setelah ngobrol sama Mang-nya, ternyata si Mang yang jual asli Majalengka dan bawa lahangnya langsung dari Majalengka. Ulalalalaaaaaaaaa… Alhamdulillah…

FYI : Harganya Rp. 5000/gelas.

Cusssssssssss… yang mungkin juga lagi nyari minuman yang udah mulai langka ini, langsung aja main ke Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda Dago. Kalo beruntung, nanti bakal nemu Mamang Penjual Lahang ini soalnya Mamangnya ga jelas nangkringnya suka di sebelah mana alias suka pindah-pindah. Telusuri aja yaaaa sampe ketemu hihihii.

IMG_20160207_133755_HDR
Cheeeerrrrrrssssss!