Waktu Kecil Dulu, Suka Main Apa?

Postingan ini dibuat atas kegemasan saya melihat adik-adik saya yang mulai lebih sibuk bermain dengan smartphone-nya ketimbang lulumpatan, main bola bekel, congkak atau petak umpet.

Berbahagialah bagi teman-teman yang masih bisa merasakan nikmatnya bermain permainan tradisional. Sebelum permainan-permainan itu terlupakan, saya sedang mencoba mengingat-ngingat permainan yang saya dan teman-teman suka mainkan dulu, mulai dari yang tradisional sampai yang umum di jamannya.

  • Bebentengan

Engga tau di tempat lain sebutan untuk permainan ini apa. Ini cuma sebutan di salah satu desa kecil tempat kelahiranku di Majalengka. Permainan ini bisa dimainkan oleh 6 sampai 10 orang yang kemudian dibagi menjadi dua kubu. *kubu banget nih nyebutnya? haha

Bebentengan harus dimainkan di lapangan. Kalo ga ada lapangan, di tanah yang agak luas dikit juga bisa. Masing-masing kubu nanti punya benteng yang mesti dijaga di sudut lapang yang berbeda. Masing-masing harus berusaha menangkap orang-orang dari kubu lawan, caranya, ngoconan alias berusaha menarik perhatian lawan dulu, lalu saling kejar-kejaran di area permainan. Orang yang berhasil ditangkap akan masuk penjara dan ga bisa keluar kecuali ada yang nyelametin. Semakin banyak orang dari kubu lawan ketangkap, semakin besar kesempatan untuk menempati benteng lawan. Yang berhasil menempati dan menguasai benteng lawan, itulah yang jadi pemenang.

Yak begitulah kira-kira. Bebentengan ini ibarat perang memperebutkan kekuasaan. Hahaa.

  • Dadaluan

Dadaluan juga merupakan salah satu permainan yang harus dimainkan di lapangan. Dadaluan dimainkan oleh 8 sampai 10 orang yang juga dibagi menjadi 2 kubu. Salah satu kubu merupakan kubu yang harus menjaga garis yang harus dilewati lawan sedang kubu lainnya harus berusaha melewati garis tersebut bolak balik dan yang berhasil kembali selamat keluar garis pertama adalah pemenangnya.

Cukup ada lapangan luas tanpa perlu tambahan alat apapun. Pemain hanya dituntut untuk siap lari-larian sedikit, tangkas dan cermat agar tidak sampai tertangkap saat melewati garis.

  • Petak Umpet alias Ucing Sumput alias Budug Samuni

Permainan ini kayanya salah satu yang masih dimainkan oleh kids zaman now. Bisa dimainkan oleh 5 sampai 10 orang.

Diawali dengan hompimpa alaihum gambreng dan sutten alias suit sampai ketemu nanti siapa yang jadi ucing-nya. Si ucing ini nantinya menutup mata, nyender ke tembok biasanya, sambil berhitung, sementara yang lainnya harus bersembunyi. Setelah hitungan selesai, si ucing harus menemukan pemain yang bersembunyi, dan jika ketemu, harus buru-buru menuju tembok dan menepuk tembok sambil bilang “dua lima”.

Jika yang bersembunyi berhasil ditemukan semua, selanjutnya semua berbaris sambil diundi sama si ucing dengan tutup mata nyender ke tembok untuk menentukan siapa yang akan jadi ucing selanjutnya.

Ucing sumput ini juga tidak perlu pakai banyak alat. Hanya memerlukan kejelian si yang jadi ucing dan kecerdikan si yang nyumput alias yang bersembunyi.

  • Budug Tapuk

Entah kenapa di tempatku yang kebagian jaga alias jadi ucing juga sering disebut budug :”

Budug tapuk ini mirip sama ucing sumput. Bedanya yang kebagian jadi ucing (ga enak kalo bilang budug) tidak harus menutup mata sambil berhitung tapi harus menyusun pecahan genteng yang sudah diacak sampai tersusun vertikal kaya menara, sementara pemain lainnya harus bersembunyi.

Setelah pecahan genteng tersusun, si ucing harus mencari pemain yang bersembunyi dan juga harus tetap berusaha menjaga susunan pecahan gentengnya tetap aman jangan sampai dihancurkan oleh pemain yang bersembunyi agar ia selamat engga jadi ucing terus-terusan.

  • Popolisian alias Pepenjahatan

Masih ada ga yah anak jaman kiwari yang main permainan ini? Ini juga simpel banget aturan mainnya. Bisa dimainin 6 sampai 10 orang yang kemudian dibagi menjadi dua grup; satu sebagai grup polisi, satu grup penjahat.

Entah apa kejahatan yang dibuat, pokoknya setelah permainan dimulai, grup polisi harus menangkap grup penjahat. Jika berhasil tertangkap semua, polisi pemenangnya. Jika belum tertangkap juga, penjahat akan jadi pemenang sampai akhirnya para ibu mulai memanggil anak-anaknya menyuruh pulang untuk makan atau mandi atau bisa sampai para pemain sudah kelelahan karena lari-larian. Ga ada ending yang jelas deh kayanya kalo polisinya engga berhasil nangkep semua penjahatnya. Hanya bosan dan capek yang bisa menghentikan permainannya. Hahaa

  • Ngoyok

Ngoyok ini adalah sebutan di kampung kalo kita main di sungai. Engga cuma berenang, nyusurin sungai sambil nyari ikan berenyit jadi hal yang menyenangkan. Anak kecil itu kayanya emang hobi banget main basah-basahan. Selain ujan-ujanan, ngoyok juga jadi favorit buat main basah-basahan.

Sayang banget, jaman sekarang ga banyak sungai yang bisa dipake main. Huhuu

Beruntunglah yang masih bisa ngerasain senangnya main di sungai. Mari tetep jaga kebersihan, jangan buang sampah sembarangan demi keberlangsungan anak cucu kita kelak. *Shiyappppp

  • Bola Bekel

bekel

Kadang nyebut bola bekel, kadang juga nyebut beklen. Permainan ini butuh bola yang disebut bola bekel dan kuwuk (semacam cangkang kerang laut) sejumlah 7 biji. Selanjutnya pemain harus melempar bola lalu mengambil kuwuk satu persatu sebelum bola jatuh ke lantai untuk yang kedua kalinya. Permainan ini ada tahapan levelnya. Pertama ambil satu-satu, lalu dua, tiga sampai akhirnya ambil ketujuhnya. Selanjutnya ada tahap nangkarak dimana sebelum diambil si kuwuk harus dibuat telentang dahulu. Terakhir ada tahap nangkub dimana sebelum diambil si kuwuk harus dibuat telungkup dahulu.

Permainan ini ga cuma bisa dimainkan bareng-bareng, sendirian pun bisa. Agak ga jelas yah penjelasan diatas, baiknya dijelasin sambil dimainin. Yuks, main bola bekel lagi biar anak-anak masa kini dan masa depan masih bisa ngerasain dan permainan ini engga punah. Hahaa

  • Aacukan alias BP-BP-an

101260_c86c2b24-ee83-11e4-bc2d-e6e649bc7260

Familiar dengan permainan ini? Permainan ini ibarat kita lagi main wayang dengan orang-orangan kertas itu sebagai wayangnya. Permainan ini sangat membantu anak-anak dalam mengembangkan imajinasi. Jaman dulu, seringnya cerita yang dibuat agak-agak sinetron layaknya sinetron wajib yang tak boleh dilewatkan dan selalu dinanti di jamannya, Tersanjung.

  • Dan masih banyak yang lainnya

Masih banyak banget permainan yang bisa dimainkan tanpa gadget dan banyak manfaatnya, main loncat tinggi pakai karet, oray-orayan/ular-ularan, main layangan, main gasing tradisional yang biasa disebut papanggalan dan lainnya. Sebagian permainan mungkin sudah bisa dimainkan lewat smartphone seperti ular tangga, ludo dan catur. Permainan masa saya kecil dulu, seperti yang saya sebut diatas engga kalah menyenangkan dan menantang kok.

Kalo kamu, permainan apa yang paling mengesankan dan menyenangkan semasa kecil dulu?


Sumber Gambar:
https://www.tokopedia.com/anneuishop/generasi-90an-bp-bp-an-bongkar-pasang-model-buku
https://kambojabiru.wordpress.com/2014/04/30/bola-bekel-mengembangkan-kemampuan-motorik/
Advertisements

Membaca Buku itu Menyenangkan. Kenapa?

jk-rowling-on-reading

Berawal dari sebuah buku Ensiklopedia Flora dan Fauna milik Mamah yang mengisi masa kecil saya, dari situlah saya jatuh cinta dengan membaca. Entah kenapa buku itu masih sangat melekat dalam ingatan. Buku yang membawa saya bersafari ke hutan dan padang rumput bertemu hewan yang bahkan belum pernah saya temui.

Buku itu menarik. Terlebih karena foto yang disajikan sungguh memanjakan mata. Saya baca keterangan yang ada mengenai hewan-hewan yang ada di buku itu dan membuat saya semakin merasa sedang berpetualang di sebuah hutan. Ah ya, waktu itu sedang ramai tren sewa VCD. Bapak saya membawakan saya VCD The Lion King, jadilah saya setelah menonton film tersebut yang sungguh membuat saya jatuh cinta dengan filmnya, saya mencari hewan yang ada di film tersebut di buku Ensiklopedia Flora dan Fauna tadi. Dan ketika saya menemukan hewan yang ada di The Lion King di buku tersebut, seketika saya merasa mendapat pencerahan. Ada sesuatu yang baru lagi di kepala saya. Ada sesuatu yang kembali membawa saya berkhayal dan berpetualang. Dan, inilah salah satu alasan mengapa saya senang membaca buku.

Yang saya rasakan ketika membaca buku adalah,

  • Reading brings joy. Ketika saya membaca, saya merasakan keintiman saya dengan dunia yang ada di kepala saya. Perlahan saya bisa melupakan sejenak hiruk-pikuk kehidupan dan segala kesibukan yang telah menyita waktu dan energi. Ketika insomnia saya datang, membaca adalah salah satu yang membuat saya bisa tidur dengan mudah. Bukan karena buku yang saya baca itu membosankan. Semua itu karena membaca telah membawa saya pada keadaan relax dan nyaman. Membaca adalah semacam proses healing dan sesuatu yang menjauhkan saya dari stress. Membaca adalah salah satu hal yang bisa bikin saya tetap waras.
  • Discover, Time Travel. Membaca telah membawa saya berpetualang entah itu ke masa lampau atau ke masa yang akan datang. Membaca buku dengan setting hari-hari yang telah lalu membuat saya berpetualang ke masa yang bahkan belum pernah saya alami. Latar lokasi yang menjadi bagian dari cerita juga telah membawa saya berpetualang ke banyak tempat yang belum pernah saya kunjungi. Saya bisa membayangkan bagaimana Bandung di Tahun 1990 seperti apa ketika saya membaca Dilan – Pidi Baiq. Saya bisa merasakan badai pasir dan panasnya Mesir ketika saya membaca Ayat-ayat Cinta – Habiburrahman El Shirazy. Saya bisa merasakan kembali serunya jadi anak SMA ketika membaca novel TeenLit. Saya bahkan bisa membayangkan bagaimana jika saya berprofesi sebagai penulis, banker, arsitek, pengacara dan lain sebagainya ketika saya membaca novel dewasa.
  • Learn Something New. Buku adalah jendela dunia dan membaca adalah cara kita untuk membuka jendela dan melihat dunia tersebut. Membaca sudah jelas akan membawa kita pada sesuatu yang baru, ilmu baru, kata-kata baru, cara pandang yang baru dan apapun itu yang akan membukakan mata, hati dan kepala kita pada hal-hal yang baru. Membaca itu mengayakan. Seorang teman pernah bilang, membaca itu juga adalah sebagai sarana untuk menutrisi otak. Dan that’s totally right!

Itulah beberapa hal yang saya rasakan ketika saya membaca buku. Cukup menyenangkan bukan?

Quotefancy-358088-3840x2160

Semoga yang belum suka baca buku, bisa tertular virus membaca dari postingan ini ya! Haha

Semoga bermanfaat.

Selamat menghabiskan akhir pekan.

Salam,

Yossi Fitriani, yang hari Sabtu engga libur kerja.


Sumber Gambar:
https://inbetweenbookpages.wordpress.com/tag/j-k-rowling/
https://quotefancy.com/quote/8368/J-K-Rowling-If-you-don-t-like-to-read-you-haven-t-found-the-right-book

22 Buku yang Menemani Saya di 2017

5ab3b3dbd2ddf6061595946e59e52422--stuff-to-buy-feelings

Well, setelah tjurhad panjang saya yang sungguh sangat Less-Faedah tentang kegagalan membaca 30 Buku di 2017. Sekarang saya mau share buku apa saja yang sudah menemani saya selama setahun kemarin. Cekidot!


  • Dear Nathan – Erisca Febriani

  • Sweet Karma – Ayudewi

  • Kopi Sumatera di Amerika – Yusran Darmawan

  • Mencoba Sukses – Adhitya Mulya

  • Cerita Segelas Kopi: Lessons from Love, Life and Loss – Melanie Subono

  • 99 Untuk Tuhanku – Emha Ainun Nadjib

  • Sentilan Kosmopolitan – Mujiburrahman

  • Diary Gue, Diary Lo – Melanie Subono

  • Time Is More Valuable Than Money; Dampak Transportasi pada Hidup Kita – Yoris Sebastian



  •  Peyempuan – @peyemp

  • Good Fight – Christian Simamora

  • Intertwine – FLOCK (Fei, Lia Indra Andriana, Orizuka, Clara Canceriana, KP Januwarsi)

  • The Truth About Forever – Orizuka

  •  Asbun Manfaatulngawur – Pidi Baiq

  • Tears in Heaven – Angelia Caroline

  •  Tuhan Maha Asyik – Sujiwo Tejo & DR. MN Kamba

  • Para Bajingan yang Menyenangkan – Puthut EA



Demikianlah daftar ke 22 buku yang sudah mengajak saya bepetualang ke berbagai ruang dan waktu. Genre-nya random sekali karena saya emang baca apa saja yang sedang ingin saya baca. Hehe…

  • Buku Terfavorit: Eat Play Leave – Jenny Jusuf
  • Buku Terkocak: Para Bajingan yang Menyenangkan – Puthut EA
  • Buku Paling Cepet Tamat Dibaca: Diary Gue, Diary Lo – Melanie Subono
  • Buku Paling Lama Tamat Dibaca: Changing Impossible to I’mpossible – Victor Setiawan Taslim
  • Buku Paling Bikin Baper: The Truth About Forever – Orizuka
  • Buku Paling Bikin Kesel: Dear Nathan – Erisca Febriani

Semoga buku yang belum sempat saya ulas, bisa saya ulas di blog ini juga. Sementara, ulasan singkatnya bisa dilihat di instagram pribadi saya.

Semoga bermanfaat.

Tabik.

Yossi Fitriani, yang masih ingin liburan.


Sumber Gambar:

https://www.instagram.com/yossifitriani/

I Failed My #30BooksToReadIn2017 Reading Challenge

So-Many-Books-so-Little-Time-T-shirts

Holla 2018!

Yak, walau ini hari kedua ijinkan saya mengucapkan,

Selamat Tahun Baru!!! *tiup terompet pret pret pret pret*

Semoga 2017 kemarin sudah lebih baik dari dari 2016, dan 2018 makin baik dari 2017. Aamiin.

Resolusi? I don’t have it (yet?). Masih aja we lebih suka di-surprise-in sama hidup, dan ngerasa yang direncanain mah biasanya engga jadi jadi. Contohnya, nikah. Hahaha *apeuuuuuuuu*


Oke, di sini sekarang saya bukan mau bahas soal tahun baru dan perintilan-perintilannya, such as resolusi dan kawan-kawannya. Saya disini mau tjurhad. Ya! Saya mau tjurhad soal kegagalan saya di reading challenge yang saya bikin sendiri dan saya bikin gagal sendiri. *SAD :(*

Di awal tahun 2017 saya bikin reading challenge. Challenge-nya adalah di tahun 2017 ini saya harus baca buku setidaknya 30 buku dalam satu tahun. I called it #30BooksToReadIn2017. But, sadly, I failed my own reading challenge.

Kenapa gagal?

Di awal tahun 2017 saya bertekad untuk selalu membaca buku setiap hari. Minimal satu halaman sehari. Tapi pada kenyataannya, saya puasa membaca buku sampai kurang lebih 3 bulan. Ya 3 bulan tanpa menyentuh selembar halaman pun. Kenapa? Entahlah. Semuanya hanya karena saya enggan dan tidak mau. I just don’t want to read book. Mungkin ini namanya reading slump. Tapi apa ada yang kena reading slump ampe 3 bulan kaya saya? *Hmmm*

Selanjutnya, antara drama korea dan buku. Tidak bisa dipungkiri lagi kalo drama korea memang candu yang luar biasa. Sekali aja udah tertarik dan hanyut di episode pertama, niscaya saya tidak akan beranjak dari depan laptop sampai mata saya lelah. Hanya panggilan alam, lapar dan waktu ngiblat yang bikin saya berhenti dulu dari ke-khusyu-an dan kemesraan saya dengan drama korea. *Astagfirulloh, tidak layak ditiru.*

Nonton-Drama-Korea-6-700x389
Mentemens fans drakor pada cem gini juga ga?

Ya. Manajemen waktu dan konsistensi saya payah sekali. Ambyaaarrrrrrrrrrr. Mungkin pondasi niat saya emang kurang kuat. Bahkan selama reading challenge ini saya masih mikirin reward dan punishment apa yang bakal saya dapatkan kalo saya berhasil atau gagal di reading challenge kali ini. Hahahahaaa *sungguh diri ini minta ditoyor*

Saran dari temen-temen saya, baiknya nonton drama korea yang on going saja. Sehingga sensasinya akan sama kaya jaman dulu saya nungguin sinetron Tersanjung yang tayang seminggu sekali di layar TV. Otomatis, seminggu bakal cuma ngabisin kurang lebih satu jam saja untuk drama korea, jika hanya 1 drama saja yang ditonton. Tapi apalah daya ketika para fans drakor garis keras menggoda dan menjadi donatur dermawan yang memberikan kumpulan drama korea yang sudah komplit semua episodenya kepada saya. Di kala itulah runtuh semua pertahanan saya. Hahahahaaa *ngeles mulu nih*

Jadi apakah ada yang lebih baik perihal membaca buku dari tahun sebelumnya? Alhamdulillah, membaca 22 buku di tahun 2017 adalah sebuah pencapaian tersendiri bagi saya. Karena tahun sebelumnya saya tidak sampai membaca 20 buku. *Seketika saya merasa malu menjadi bagian dari sebuah komunitas yang bergerak menyebarkan virus membaca sementara hamba ini masih menye sekali kualitas dan kuantitas membacanya huhuuu*

Tahun ini saya tidak akan menargetkan akan membaca berapa buku. Tapi akan saya usahakan untuk istiqomah membaca buku setiap hari, minimal satu halaman satu hari dan share kesan-kesan saya perihal buku yang tamat saya baca di media sosial yang saya punya. Sementara saya masih rajin menulis semacam review singkat di Instagram saya. Semoga rajin nulis disini juga ya. Doakan!

Membagi waktu untuk membaca adalah “sesuatu” ketika hal yang bernama tanggung jawab sudah bertambah. Sempatkanlah, karena kalau tidak disempatkan maka semua hanyalah angan-angan belaka. Dan buku-buku yang masih tertumpuk di kamar dan belum sempat dibaca juga bagian dari tanggung jawab, sebut saja “tumpukan dosa”. Ya, semuanya itu kini biarlah jadi tabungan bacaan untuk tahun ini dan semoga semua “tumpukan dosa” saya berguguran satu persatu. Aamiin.

Btw, adakah teman-teman di sini yang suka membaca juga? Share dong buku terbaik yang mentemens baca di tahun 2017 dan share juga buku apapun yang sekiranya masuk di daftar books-you-have-to-read-before-you-die mentemens. ^^

Terima kasih yang sudah bersedia mampir di tjurhad yang sangat kurang faedahnya ini. Selamat menyongsong 2018! Semoga harapan dan mimpi-mimpi yang belum terwujud di tahun sebelumnya terwujud di tahun ini. Aamiin.

Tetap semangat dan bahagia!

Cheers,

Yossi Fitriani, yang sedang galau mau baca buku apa.


Sumber gambar:
https://www.depresident.com/quotes/so-many-books-so-little-time-t-shirts-tote-bags-stickers/
https://mozaic.mataharimall.com/female/5-alasan-cewek-stop-nonton-drama-korea/

 

Menghilangkan Jenuh Dengan Pekerjaan

woman-working-in-the-office-750x422

“Akan selalu ada rasa bosan dan jenuh melanda di setiap apapun yang dilakukan secara rutin.” – Ochi, November 2017.

Life is suck! Seberapa suka pun saya dengan apa yang saya lakukan, entah kenapa selalu ada masa di mana jenuh dan bosan itu datang. Dan tiba-tiba saya jadi enggan melakukannya hanya karena saya enggan, tidak mau atau karena mendadak mood saya jatuh ke sumur karena terlalu banyak hal-hal negatif yang merasuki saya.

Bosan karena kadang ngerasa, kok tiap hari gini amat ya? Datar…. Kaya engga ada kemajuan. Kadang pikiran-pikiran kaya gitu malah bikin saya menunda-nunda pekerjaan. Paling sebel kalo udah ada gangguan dari luar semisal mungkin ada beberapa orang nyebelin, kendala teknis semisal komputer atau printer error, hingga lelah karena harus berangkat shubuh demi menghindari banjir dan jalan muter-muter ditambah macet. Arrrrggghhhhhhhhh… Stress Level bener-bener udah sampai di puncak ubun-ubun. Rasanya kadang ingin resign saja kalo engga ingat akan kebutuhan hidup. Wkwkwk…

Ketika kejenuhan-kejenuhan itu melanda dan kita dituntut untuk tetap mengerjakan dan menyelesaikannya, tidak ada jalan lain selain apa yang Aa Gym pernah bilang, Hadapi, Hayati, Nikmati. Semuanya harus tetap saya jalani sampai saya mungkin suatu hari dapet pencerahan dan jalan yang lebih baik. Sambil ngejalani, saya lakuin hal-hal yang mungkin bisa nge-refresh otak sama hati saya berikut ini. Boleh banget kalo mau diikuti dan diaplikasikan. Wkwk

  1. Beres-beres meja kantor. Beres-beres ini buat saya cukup efektif buat balikin mood. Mulai dari rapihin kertas-kertas di meja, milah-milih mana yang sudah dan yang belum saya kerjakan, dan terpenting menyingkirkan sampah-sampah alias hal yang jelas udah ga kepake lagi dan masih ada di meja. Ini lumayan bisa bikin saya jadi ceria lagi buat ngelakuin tugas-tugas yang sudah menanti. Bagi saya, dimanapun itu, bersih-bersih emang selalu efektif bikin mood jadi baik. Karena saya hobinya emang ngeberantakin, jadi sekalinya rapih, saya bahagia, walau beberapa jam kemudian akan kembali messy dan urakan. Haaaa….
  2. Musik. Ini penting dan wajib selalu ada. Kapanpun saya bosan, musik selalu jadi penyelamat paling mujarab. Walau kadang suka kelepasan pasang volume kenceng di headset dan ga kedengeran orang ngomong apa hahaaa… Dengerin musik emang udah bikin candu dan jadi mood booster ter-unchhhhhh kalo kata kids jaman now mah. *Nahhh… Cocok nih kayanya buat jadi postingan di Playlist selanjutnya. Ting!*
  3. Jalan-jalan keluar ruangan. Berada di lingkungan pabrik yang lumayan gede ini bikin saya pengen jalan-jalan kalo lagi jenuh. Kadang suka “menyelam sambil menangkap ikan” gitu. Kalo lagi jalan ke departemen lain, sekalian ada perlu, biasanya saya sempetin juga buat ngobrol-ngobrol cantik, ga jarang juga ikut nyemil di kantor orang sambil ber-haha-hihi mencoba meredam sedikit soal urusan pekerjaan. Jadi yaaa gitu…. Bekerja dan bercanda seperlunya. Make it balance ~ Eaaaaaaaaaaa….
  4. Kopi, teh dan cemilan. Tiga hal ini juga masuk di list-yang-wajib-ada di kantor. Saya kadang butuh kopi, (k)etika (o)tak (p)erlu (i)nspirasi. Saya juga kadang lebih milih teh, ketika saya lebih butuh buat rileks. Saya butuh cemilan, karena mikir itu bikin energi cepet berkurang dan tentunya perlu diisi ulang. WKWK.
  5. Cuti. Jangan sia-siakan jatah cuti, itu prinsip saya. Saya mungkin bukanlah karyawan yang rajin, yang sebisa mungkin menghindari cuti. Saya adalah orang yang senang jika bisa memanfaatkan cuti untuk hal-hal yang saya suka. Sebagian besar cuti saya habis karena saya pergi ke suatu tempat. Bisa mudik, bisa dateng ke event, atau bahkan saya ambil cuti hanya untuk sekedar me-time, diem di rumah, tidur dan leyeh-leyeh. Haaaaa… Ini sangat-sangat membantu buat ngerefresh otak. SANGAT!

Kayanya, segitu aja dulu yang suka saya lakuin kalo saya lagi bosen dan jenuh sama pekerjaan. Hal-hal sederhana yang bisa bikin mood saya balik ke puncaknya atau setidaknya stabil.

Temen-temen punya cara lain? Boleh dong di-share juga… Siapa tahu jadi alternatif lain yang menolong ^^

Saya kembali kerja dulu,

Iya. Hari Sabtu saya masuk.

Life is suck, huh?

But, Life is also amazing! So Much!

Sumber gambar:
wanita karir via www.flurtmag.com