Pengalaman Membuat Surat Keterangan Sehat (SKS) Jasmani dan Rohani di RSUD Al Ihsan

Minggu lalu adalah kali kesekian saya menjalani tes kesehatan jasmani dan kali pertama bagi saya untuk menjalani tes kesehatan rohani atau kejiwaan karena baru kali ini bukan hanya surat keterangan sehat jasmani yang menjadi syarat untuk melamar pekerjaan di tempat saya melamar, tapi juga dipersyaratkan surat keterangan sehat rohani atau jiwa. Lumayan deg-degan karena saya termasuk orang yang sebisa mungkin engga ke dokter kalo sakit dan agak parno kalo ketemu dokter, entah kenapa. Huhuu

Jadi, sebelum memutuskan untuk tes kesehatan di RSUD Al Ihsan, saya juga browsing dan cari tahu dulu persyaratan dan biaya yang dibutuhkan. Alhamdulillah, apa yang dipersiapkan engga terlalu meleset, terutama untuk biaya tes kesehatannya. Jadi, apa aja yang mesti disiapin sebelum ke Rumah Sakit? Kurang lebih begini:

  1. Siapin mental (Ini penting sih, apalagi kalo baru pertama kali)
  2. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  3. Uang tunai (Waktu itu saya bawa Rp. 350.000)
  4. Alat Tulis

Berangkatlah saya ke RSUD Al Ihsan pada Jum’at 05 Oktober 2018. Saya tiba dengan bingung karena engga tahu harus ke gedung yang mana, terjebak di tempat pendaftaran pasien BPJS yang padet luar biasa dan daripada saya malu bertanya sesat di rumah sakit, akhirnya saya nanya ke satpam dimana tempat untuk membuat surat keterangan sehat. Alhamdulillah, satpam baik hati nganterin saya nunjukin gedungnya yang ternyata terpisah dari gedung tempat pendaftaran pasien BPJS yang waktu itu engga kebayang bakal selesai jam berapa kalo antriannya sama di situ, karena subhanalloh antriannya bener-bener udah ampe batas pintu masuk ruang pendaftaran dan depan pintu pun banyak sekali orang.

Sampailah saya di Gedung A, tempat dimana dilaksanakannya Medical Check Up (MCU), kemudian saya langsung mengambil antrian dan ternyata udah antrian ke 45 aja.

IMG20181005074024
abaikan tanggal dan jam yang ngaco.

Pas duduk di ruang tunggu, antrian yang dipanggil baru sampai antrian 8, 9, dan 10. Engga lama antri, soalnya entah kenapa banyak yang engga hadir pas dipanggil dan antrian berlangsung cepat tanpa harus menunggu lama. Alhamdulillah sih yaa hehee…

Waktu nomor antrian saya dipanggil, saya ke loket pendaftaran. Di loket pendaftaran, saya diminta menunjukan KTP lalu menyebutkan keperluannya apa. Setelah itu saya ke kasir untuk pembayaran dan mendapatkan bukti pembayaran yang mana nantinya perlu kita tunjukan saat akan masuk ke poliklinik.

img_20181005_0001-p1-1
lumayan menguras dompet sih ini :’)

Dari loket pendaftaran saya langsung ke lantai 2, disana saya ke sebuah loket, kaya pendaftaran lagi, lalu nanti dikasih map dan kartu semacam kartu pasien gitu. Terus langsung deh ke Poliklinik MCU untuk tes kesehatan jasmani.

Seperti tes kesehatan jasmani biasanya, di Poliklinik MCU saya diperiksa tensi darah, berat badan, tinggi badan lalu setelah itu konsultasi dengan dokter, ditanya ada keluhan apa, lalu diperiksa dokter. Alhamdulillah, lancar dan cepet sih prosesnya. Abis itu, keluar deh tuh Surat Keterangan Sehat yang menerangkan kondisi kesehatan kita saat itu.

Selesai dari Poliklinik MCU, saya harus menunggu beberapa menit untuk selanjutnya ke Poliklinik Psikologi karena polikliniknya ada di lantai 4 gedung lain dan harus diantar petugas rumah sakit.

Beberapa menit menunggu, saya kemudian diantar seorang petugas menuju Poliklinik Psikologi/Kejiwaan. Ternyata, di sini saya berbarengan dengan pasien lain termasuk pasien BPJS dan ikut mengantri. Sambil mengantri, saya diberi lembaran soal MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) oleh seorang perawat dan meminta saya untuk baca-baca terlebih dahulu dan uwoooowwwwww jumlah soalnya nyampe 500++ cyiiiiiiinnnnnnnn. Suasana ruang tunggu agak ricuh dan beberapa pasien tidak sabar berulang kali membuka pintu ruangan dokter menanyakan sudah antrian ke berapa. Padahal, wajar kalo lama karena dokter di sini kan engga cuma periksa gitu aja. Dari beberapa yang saya lihat setelah masuk ruangan dan duduk di kursi antrian yang ada di dalam ruangan, dokter spesialis kejiwaan ini juga memberikan konseling, semacam ngobrol dengan pasien gitu soal keluhannya dan gimana solusi atas keluhannya yang emang engga menghabiskan waktu yang sedikit.

Tiba giliran saya, saya duduk berhadapan dengan dokter dan mulai semacam sesi tanya jawab. Di situ banyak ditanya mulai dari perkenalan sampai soal gimana kita kalo menghadapi persoalan dan sikap kita kalo lagi dalam keadaan A, B, C. Terus dikasih gambar gitu, ditanya soal jarak jauh dekatnya bangunan, perbandingan lebar dan panjang bangunan sampai volume sebuah bangunan dari titik pandangan kita dengan mata telanjang semacam mengira-ngira gitu. Ditanya juga soal arah mata angin dan ada pertanyaan-pertanyaan lain juga soal ini, semacam soal cerita gitu dan banyak lagi pertanyaan lainnya mengenai diri kita dan pekerjaan yang akan kita kerjakan nanti jika diterima dan persiapan apa aja yang sudah kita lakukan. Sesi yang lumayan deg-degan sih. Semacam interview kerja. Wkwkwk…

Beres sesi tanya jawab, soal MMPI yang ada di tangan saya diminta dokter untuk dikembalikan. Katanya udah cukup dan engga perlu ngerjain soal. Wkwkwk. Saya sih seneng-seneng aja karena engga perlu ngerjain 500 lebih soal itu dan bisa kembali ke tempat kerja tanpa perlu ijin lama-lama. Akhirnya kurang lebih jam 09.30 WIB, Surat Keterangan Sehat Jiwa saya keluar dan saya pun beranjak pulang, eh bukan pulang tapi berangkat kerja. Keitung cepet sih yaa tiba di rumah sakit dari jam 07.30 WIB dan selesai kurang lebih jam 09.30 WIB. Ga tau deh kalo mesti ngerjain soal MMPI bakal selesai jam berapa. Hahahaaa…

Sekian dulu cerita pengalaman saya kali ini. Mudah-mudahan ada manfaatnya yaa…

Assalamualaikum ūüôā

Advertisements

BT Batik Trusmi Sebagai Pelestari Batik Cirebon yang Mendunia

Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan. (Wikipedia)

Siapa yang tidak mengenal batik? Salah satu warisan budaya Indonesia ini kini telah mendunia terlebih semenjak ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009.

Batik mulai dikenal masyarakat Indonesia sejak abad ke-17 pada masa Kerajaan Majapahit dan merupakan pakaian khusus untuk orang-orang kerajaan. Saat itu batik dibuat dengan cara tradisional dengan menggunakan bahan-bahan pewarna dari tumbuhan dan dibuat dengan menggunakan kain hasil tenunan sendiri. Waktu berjalan, zaman berkembang, inovasi banyak diciptakan. Batik yang dahulu dikenal sebagai pakaian orang-orang kerajaan kemudian mulai dikenal masyarakat karena banyaknya kerabat kerajaan yang tinggal di luar kerajaan. Masyarakat pun mulai membuat dan menjadikan membatik sebagai salah satu kegiatan yang bisa dilakukan di rumah dan menjadikan batik sebagai pakaian yang bisa dipakai oleh siapa saja, tidak hanya oleh kalangan keluarga atau kerabat kerajaan. Batik pun mulai kita kenal dengan beragam jenisnya mulai dari batik tulis, batik lukis, batik cap, batik sablon hingga yang modern menggunakan mesin printing.

Indonesia dengan berbagai macam suku, seni dan budayanya mempunyai berbagai macam jenis dan motif batik. Salah satu ikon batik Indonesia yang saat ini mulai terkenal tidak hanya di dalam negeri adalah BT Batik Trusmi yang merupakan sentral dari Batik Cirebon.

Sumber Gambar: https://shopee.co.id/btbatiktrusmi

Lewat tangan kreatif pasangan muda bernama Sally Giovanny dan Ibnu Riyanto, BT Batik Trusmi hadir menjadi salah satu Pesona Indonesia di mata dunia. Tercatat dalam rekor MURI tahun 2013, BT Batik Trusmi memecahkan rekor sebagai toko terbesar dan terluas dengan pemilik termuda. Selain itu, BT Batik Trusmi juga telah menorehkan prestasi di Indonesian Creativity Award kategori desain dan kualitas produk terbaik. Dengan berbagai prestasi yang telah diraih, BT Batik Trusmi telah menjadi destinasi wajib wisata Cirebon sebagai tempat mencari oleh-oleh khas Batik Cirebon. Tak hanya berdampak bagi pemiliknya, dampak kesuksesan BT Batik Trusmi jelas terasa nyata oleh masyarakat sekitar karena telah menjadi salah satu penggerak ekomoni dengan dampak yang luar biasa di Kota Cirebon.

Sumber Gambar: https://www.shopback.co.id/blog/berkunjung-ke-pusat-sentra-batik-trusmi-cirebon-bikin-ketagihan

Di atas lahan 1,5 hektar di Jalan Trusmi Kulon No. 148, Plered, Weru Lor, Cirebon, Jawa Barat, BT Batik Trusmi hadir memanjakan mata para pencinta batik dengan berbagai macam koleksi batiknya. BT Batik Trusmi memiliki berbagai motif unggulan yang bisa dinikmati oleh berbagai kalangan. Batik dengan motif Mega Mendung, Parang dan Kawung bisa menjadi pilihan untuk memuaskan kecintaan pada motif batik tradisional dan kecintaan akan batik khas pesisir yang atraktif dengan warna-warna menarik. Sedang untuk yang suka dengan motif modern, BT Batik Trusmi juga mempunyai berbagai jenis batik dengan motif kontemporer yang tentunya cocok dipakai untuk berbagai macam acara formal maupun nonformal. BT Batik Trusmi hadir menyediakan batik sebagai pelengkap kebutuhan pokok manusia, yaitu sandang, dengan berbagai macam koleksi yang kekinian mulai dari Batik Ngantor, Batik Kondangan, Batik Couple, Batik Muslim hingga Batik Hangout. Bukti betapa batik kini benar-benar bisa dipakai di mana saja dan kapan saja. BTAlways Batik! Istimewa!

BT Batik Trusmi adalah salah satu pembuktian dua anak muda yang mencintai batik dan nyata ikut menjaga warisan leluhur Bangsa Indonesia. Pemasarannya pun kini tak hanya dilakukan secara konvensional tapi juga secara online dan bisa diakses di www.btbatiktrusmi.com. Hadirnya toko online ini membuat masyarakat Indonesia yang berada di luar kota Cirebon maupun dunia bisa lebih mudah memperoleh dan mengenal Batik Cirebon.

Bagi kita selaku masyarakat, mungkin kita tidak bisa ikut menjaga kelestarian batik dengan langsung belajar membuat batik. Mari kita mulai dengan yang mudah, dengan mengenakan batik dalam keseharian. Tidak perlu setiap hari, minimal sehari dalam seminggu, setiap hari Jum’at seperti aturan pemerintah pun tak apa. Seperti yang saya lakukan setiap saya bertugas, batik adalah salah satu outfit favorit yang saya pakai tiap kali saya harus bertugas menjadi MC.

Hampir 9 tahun batik tercatat dan diakui sebagai warisan asli Bangsa Indonesia, sudah sepatutnya kita sebagai warga ikut andil dalam melestarikan dan menjaga batik agar  kelak anak cucu kita tetap mengenal dan tetap bisa mengenakannya. Batik lebih baik, untuk Indonesia yang lebih baik.

Selamat memperingati Hari Batik Nasional.


Sumber Gambar:
1. http://btbatiktrusmi.com/
2. https://shopee.co.id/btbatiktrusmi
3. https://www.shopback.co.id/blog/berkunjung-ke-pusat-sentra-batik-trusmi-cirebon-bikin-ketagihan
4. Dokumen Pribadi

Waktu Kecil Dulu, Suka Main Apa?

Postingan ini dibuat atas kegemasan saya melihat adik-adik saya yang mulai lebih sibuk bermain dengan smartphone-nya ketimbang lulumpatan, main bola bekel, congkak atau petak umpet.

Berbahagialah bagi teman-teman yang masih bisa merasakan nikmatnya bermain permainan tradisional. Sebelum permainan-permainan itu terlupakan, saya sedang mencoba mengingat-ngingat permainan yang saya dan teman-teman suka mainkan dulu, mulai dari yang tradisional sampai yang umum di jamannya.

  • Bebentengan

Engga tau di tempat lain sebutan untuk permainan ini apa. Ini cuma sebutan di salah satu desa kecil tempat kelahiranku di Majalengka. Permainan ini bisa dimainkan oleh 6 sampai 10 orang yang kemudian dibagi menjadi dua kubu. *kubu banget nih nyebutnya? haha

Bebentengan harus dimainkan di lapangan. Kalo ga ada lapangan, di tanah yang agak luas dikit juga bisa. Masing-masing kubu nanti punya benteng yang mesti dijaga di sudut lapang yang berbeda. Masing-masing harus berusaha menangkap orang-orang dari kubu lawan, caranya, ngoconan alias berusaha menarik perhatian lawan dulu, lalu saling kejar-kejaran di area permainan. Orang yang berhasil ditangkap akan masuk penjara dan ga bisa keluar kecuali ada yang nyelametin. Semakin banyak orang dari kubu lawan ketangkap, semakin besar kesempatan untuk menempati benteng lawan. Yang berhasil menempati dan menguasai benteng lawan, itulah yang jadi pemenang.

Yak begitulah kira-kira. Bebentengan ini ibarat perang memperebutkan kekuasaan. Hahaa.

  • Dadaluan

Dadaluan juga merupakan salah satu permainan yang harus dimainkan di lapangan. Dadaluan dimainkan oleh 8 sampai 10 orang yang juga dibagi menjadi 2 kubu. Salah satu kubu merupakan kubu yang harus menjaga garis yang harus dilewati lawan sedang kubu lainnya harus berusaha melewati garis tersebut bolak balik dan yang berhasil kembali selamat keluar garis pertama adalah pemenangnya.

Cukup ada lapangan luas tanpa perlu tambahan alat apapun. Pemain hanya dituntut untuk siap lari-larian sedikit, tangkas dan cermat agar tidak sampai tertangkap saat melewati garis.

  • Petak Umpet alias Ucing Sumput alias Budug Samuni

Permainan ini kayanya salah satu yang masih dimainkan oleh kids zaman now. Bisa dimainkan oleh 5 sampai 10 orang.

Diawali dengan hompimpa alaihum gambreng dan sutten alias suit sampai ketemu nanti siapa yang jadi ucing-nya. Si ucing ini nantinya menutup mata, nyender ke tembok biasanya, sambil berhitung, sementara yang lainnya harus bersembunyi. Setelah hitungan selesai, si ucing harus menemukan pemain yang bersembunyi, dan jika ketemu, harus buru-buru menuju tembok dan menepuk tembok sambil bilang “dua lima”.

Jika yang bersembunyi berhasil ditemukan semua, selanjutnya semua berbaris sambil diundi sama si ucing dengan tutup mata nyender ke tembok untuk menentukan siapa yang akan jadi ucing selanjutnya.

Ucing sumput ini juga tidak perlu pakai banyak alat. Hanya memerlukan kejelian si yang jadi ucing dan kecerdikan si yang nyumput alias yang bersembunyi.

  • Budug Tapuk

Entah kenapa di tempatku yang kebagian jaga alias jadi ucing juga sering disebut budug :”

Budug tapuk ini mirip sama ucing sumput. Bedanya yang kebagian jadi ucing (ga enak kalo bilang budug) tidak harus menutup mata sambil berhitung tapi harus menyusun pecahan genteng yang sudah diacak sampai tersusun vertikal kaya menara, sementara pemain lainnya harus bersembunyi.

Setelah pecahan genteng tersusun, si ucing harus mencari pemain yang bersembunyi dan juga harus tetap berusaha menjaga susunan pecahan gentengnya tetap aman jangan sampai dihancurkan oleh pemain yang bersembunyi agar ia selamat engga jadi ucing terus-terusan.

  • Popolisian alias Pepenjahatan

Masih ada ga yah anak jaman kiwari yang main permainan ini? Ini juga simpel banget aturan mainnya. Bisa dimainin 6 sampai 10 orang yang kemudian dibagi menjadi dua grup; satu sebagai grup polisi, satu grup penjahat.

Entah apa kejahatan yang dibuat, pokoknya setelah permainan dimulai, grup polisi harus menangkap grup penjahat. Jika berhasil tertangkap semua, polisi pemenangnya. Jika belum tertangkap juga, penjahat akan jadi pemenang sampai akhirnya para ibu mulai memanggil anak-anaknya menyuruh pulang untuk makan atau mandi atau bisa sampai para pemain sudah kelelahan karena lari-larian. Ga ada ending yang jelas deh kayanya kalo polisinya engga berhasil nangkep semua penjahatnya. Hanya bosan dan capek yang bisa menghentikan permainannya. Hahaa

  • Ngoyok

Ngoyok ini adalah sebutan di kampung kalo kita main di sungai. Engga cuma berenang, nyusurin sungai sambil nyari ikan berenyit jadi hal yang menyenangkan. Anak kecil itu kayanya emang hobi banget main basah-basahan. Selain ujan-ujanan, ngoyok juga jadi favorit buat main basah-basahan.

Sayang banget, jaman sekarang ga banyak sungai yang bisa dipake main. Huhuu

Beruntunglah yang masih bisa ngerasain senangnya main di sungai. Mari tetep jaga kebersihan, jangan buang sampah sembarangan demi keberlangsungan anak cucu kita kelak. *Shiyappppp

  • Bola Bekel

bekel

Kadang nyebut bola bekel, kadang juga nyebut beklen. Permainan ini butuh bola yang disebut bola bekel dan kuwuk (semacam cangkang kerang laut) sejumlah 7 biji. Selanjutnya pemain harus melempar bola lalu mengambil kuwuk satu persatu sebelum bola jatuh ke lantai untuk yang kedua kalinya. Permainan ini ada tahapan levelnya. Pertama ambil satu-satu, lalu dua, tiga sampai akhirnya ambil ketujuhnya. Selanjutnya ada tahap nangkarak dimana sebelum diambil si kuwuk harus dibuat telentang dahulu. Terakhir ada tahap nangkub dimana sebelum diambil si kuwuk harus dibuat telungkup dahulu.

Permainan ini ga cuma bisa dimainkan bareng-bareng, sendirian pun bisa. Agak ga jelas yah penjelasan diatas, baiknya dijelasin sambil dimainin. Yuks, main bola bekel lagi biar anak-anak masa kini dan masa depan masih bisa ngerasain dan permainan ini engga punah. Hahaa

  • Aacukan alias BP-BP-an

101260_c86c2b24-ee83-11e4-bc2d-e6e649bc7260

Familiar dengan permainan ini? Permainan ini ibarat kita lagi main wayang dengan orang-orangan kertas itu sebagai wayangnya. Permainan ini sangat membantu anak-anak dalam mengembangkan imajinasi. Jaman dulu, seringnya cerita yang dibuat agak-agak sinetron layaknya sinetron wajib yang tak boleh dilewatkan dan selalu dinanti di jamannya, Tersanjung.

  • Dan masih banyak yang lainnya

Masih banyak banget permainan yang bisa dimainkan tanpa gadget dan banyak manfaatnya, main loncat tinggi pakai karet, oray-orayan/ular-ularan, main layangan, main gasing tradisional yang biasa disebut papanggalan dan lainnya. Sebagian permainan mungkin sudah bisa dimainkan lewat smartphone seperti ular tangga, ludo dan catur. Permainan masa saya kecil dulu, seperti yang saya sebut diatas engga kalah menyenangkan dan menantang kok.

Kalo kamu, permainan apa yang paling mengesankan dan menyenangkan semasa kecil dulu?


Sumber Gambar:
https://www.tokopedia.com/anneuishop/generasi-90an-bp-bp-an-bongkar-pasang-model-buku
https://kambojabiru.wordpress.com/2014/04/30/bola-bekel-mengembangkan-kemampuan-motorik/

Membaca Buku itu Menyenangkan. Kenapa?

jk-rowling-on-reading

Berawal dari sebuah buku Ensiklopedia Flora dan Fauna milik Mamah yang mengisi masa kecil saya, dari situlah saya jatuh cinta dengan membaca. Entah kenapa buku itu masih sangat melekat dalam ingatan. Buku yang membawa saya bersafari ke hutan dan padang rumput bertemu hewan yang bahkan belum pernah saya temui.

Buku itu menarik. Terlebih karena foto yang disajikan sungguh memanjakan mata. Saya baca keterangan yang ada mengenai hewan-hewan yang ada di buku itu dan membuat saya semakin merasa sedang berpetualang di sebuah hutan. Ah ya, waktu itu sedang ramai tren sewa VCD. Bapak saya membawakan saya VCD The Lion King, jadilah saya setelah menonton film tersebut yang sungguh membuat saya jatuh cinta dengan filmnya, saya mencari hewan yang ada di film tersebut di buku Ensiklopedia Flora dan Fauna tadi. Dan ketika saya menemukan hewan yang ada di The Lion King di buku tersebut, seketika saya merasa mendapat pencerahan. Ada sesuatu yang baru lagi di kepala saya. Ada sesuatu yang kembali membawa saya berkhayal dan berpetualang. Dan, inilah salah satu alasan mengapa saya senang membaca buku.

Yang saya rasakan ketika membaca buku adalah,

  • Reading brings joy. Ketika saya membaca, saya merasakan keintiman saya dengan dunia yang ada di kepala saya. Perlahan saya bisa melupakan sejenak hiruk-pikuk kehidupan dan segala kesibukan yang telah menyita waktu dan energi. Ketika insomnia saya datang, membaca adalah salah satu yang membuat saya bisa tidur dengan mudah. Bukan karena buku yang saya baca itu membosankan. Semua itu karena membaca telah membawa saya pada keadaan relax¬†dan nyaman. Membaca adalah semacam proses healing dan sesuatu yang menjauhkan saya dari stress. Membaca adalah salah satu hal yang bisa bikin saya tetap waras.
  • Discover, Time Travel. Membaca telah membawa saya berpetualang entah itu ke masa lampau atau ke masa yang akan datang. Membaca buku dengan setting hari-hari yang telah lalu membuat saya berpetualang ke masa yang bahkan belum pernah saya alami. Latar lokasi yang menjadi bagian dari cerita juga telah membawa saya berpetualang ke banyak tempat yang belum pernah saya kunjungi. Saya bisa membayangkan bagaimana Bandung di Tahun 1990 seperti apa ketika saya membaca Dilan – Pidi Baiq. Saya bisa merasakan badai pasir dan panasnya Mesir ketika saya membaca Ayat-ayat Cinta – Habiburrahman El Shirazy. Saya bisa merasakan kembali serunya jadi anak SMA ketika membaca novel TeenLit. Saya bahkan bisa membayangkan bagaimana jika saya berprofesi sebagai penulis, banker, arsitek, pengacara dan lain sebagainya ketika saya membaca novel dewasa.
  • Learn Something New. Buku adalah jendela dunia dan membaca adalah cara kita untuk membuka jendela dan melihat dunia tersebut. Membaca sudah jelas akan membawa kita pada sesuatu yang baru, ilmu baru, kata-kata baru, cara pandang yang baru dan apapun itu yang akan membukakan mata, hati dan kepala kita pada hal-hal yang baru. Membaca itu mengayakan. Seorang teman pernah bilang, membaca itu juga adalah sebagai sarana untuk menutrisi otak. Dan that’s totally right!

Itulah beberapa hal yang saya rasakan ketika saya membaca buku. Cukup menyenangkan bukan?

Quotefancy-358088-3840x2160

Semoga yang belum suka baca buku, bisa tertular virus membaca dari postingan ini ya! Haha

Semoga bermanfaat.

Selamat menghabiskan akhir pekan.

Salam,

Yossi Fitriani, yang hari Sabtu engga libur kerja.


Sumber Gambar:
https://inbetweenbookpages.wordpress.com/tag/j-k-rowling/
https://quotefancy.com/quote/8368/J-K-Rowling-If-you-don-t-like-to-read-you-haven-t-found-the-right-book

22 Buku yang Menemani Saya di 2017

5ab3b3dbd2ddf6061595946e59e52422--stuff-to-buy-feelings

Well, setelah tjurhad panjang saya yang sungguh sangat Less-Faedah tentang kegagalan membaca 30 Buku di 2017. Sekarang saya mau share buku apa saja yang sudah menemani saya selama setahun kemarin. Cekidot!


  • Dear Nathan – Erisca Febriani

  • Sweet Karma – Ayudewi

  • Kopi Sumatera di Amerika – Yusran Darmawan

  • Mencoba Sukses – Adhitya Mulya

  • Cerita Segelas Kopi: Lessons from Love, Life and Loss – Melanie Subono

  • 99 Untuk Tuhanku – Emha Ainun Nadjib

  • Sentilan Kosmopolitan – Mujiburrahman

  • Diary Gue, Diary Lo – Melanie Subono

  • Time Is More Valuable Than Money; Dampak Transportasi pada Hidup Kita – Yoris Sebastian



  • ¬†Peyempuan –¬†@peyemp

  • Good Fight – Christian Simamora

  • Intertwine – FLOCK (Fei, Lia Indra Andriana, Orizuka, Clara Canceriana, KP Januwarsi)

  • The Truth About Forever – Orizuka

  • ¬†Asbun Manfaatulngawur – Pidi Baiq

  • Tears in Heaven – Angelia Caroline

  • ¬†Tuhan Maha Asyik – Sujiwo Tejo & DR. MN Kamba

  • Para Bajingan yang Menyenangkan – Puthut EA



Demikianlah daftar ke 22 buku yang sudah mengajak saya bepetualang ke berbagai ruang dan waktu. Genre-nya random sekali karena saya emang baca apa saja yang sedang ingin saya baca. Hehe…

  • Buku Terfavorit: Eat Play Leave – Jenny Jusuf
  • Buku Terkocak: Para Bajingan yang Menyenangkan – Puthut EA
  • Buku Paling Cepet Tamat Dibaca:¬†Diary Gue, Diary Lo – Melanie Subono
  • Buku Paling Lama Tamat Dibaca:¬†Changing Impossible to I’mpossible – Victor Setiawan Taslim
  • Buku Paling Bikin Baper:¬†The Truth About Forever – Orizuka
  • Buku Paling Bikin Kesel:¬†Dear Nathan – Erisca Febriani

Semoga buku yang belum sempat saya ulas, bisa saya ulas di blog ini juga. Sementara, ulasan singkatnya bisa dilihat di instagram pribadi saya.

Semoga bermanfaat.

Tabik.

Yossi Fitriani, yang masih ingin liburan.


Sumber Gambar:

https://www.instagram.com/yossifitriani/