Sejumlah Cerita: Linguae – Seno Gumira Ajidarma

IMG20180814102924-01

Judul buku: Linguae

Penulis: Seno Gumira Ajidarma

Desain Sampul: Sofnir Ali

Foto Sampul: Koleksi Pusat Dokumentasi Foto Jakarta-Jakarta

Setting: Ryan Pradana

Penerbit: P. T. Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 979-22-2771-7

ISBN13: 978-979-22-2771-0

Terbit: Maret 2007

Tebal: 130 halaman

Rating: 3.5/5


“Mungkinkah aku membayangkan diriku sendiri untuk sebuah adegan yang tidak pernah ada?” Hlm. 52.

Jawaban saya adalah, mungkin!

Lewat Cermin Maneka, saya terbawa pada dunia di dalam sebuah cermin serupa dunia Narnia.

Lewat Cintaku Jauh di Komodo, saya membayangkan, apa jadinya jika kekasih kita berubah menjadi seekor komodo?

“Jika cinta memang mempersatukan jiwa, maka kesenjangan tubuh macam apakah yang akan bisa menghalanginya?” Hlm. 14.

Lewat Rembulan Dalam Cappuccino, saya dipertemukan dengan pasangan suami istri yang sudah bercerai dan berebut sebuah rembulan yang terdapat dalam secangkir kopi. Dan benar-benar rembulan beneran. Karena sejak bulan itu disajikan dan dibeli dari sebuah cafe, malam jadi kehilangan cahayanya.

Tiada rembulan di langit. Tidak pernah terbayangkan akan terjadi betapa tiada lagi rembulan di langit malam. Namun di kota cahaya, siapakah yang masih peduli rembulan itu ada atau tidak?

“Yang masih peduli hanyalah orang- orang romantis,” kata perempuan itu kepada dirinya sendiri.

“Atau pura-pura romantis,” katanya lagi. Hlm 23.

Lewat Tong Setan, saya seakan dibawa kembali pada masa kecil dimana setiap ada Pasar Malam disitulah ada Tong Setan. Hebatnya, cerpen ini hanya butuh satu sampai dua kalimat dalam satu paragraf yang panjaaaaaang. Bapak SGA hebat sekali merangkai katanyaaaaaa…

Lewat Badak Kencana, saya dibawa ke Ujung Kulon menikmati kisah serupa mitos bahwa disana ada badak berkaki satu, yang akan melindungi populasi badak dari perburuan cula. Cerita ini seperti sekaligus mengingatkan kita akan populasi badak yang kian langka.

Lewat Linguae, saya dibawa pada kisah cinta yang absurd dimana cinta diuji lewat kepekaan lidah. Lalu, bagaimana jika lidah kita itu tiba-tiba menghilang dan tidak ada?

“Cinta mungkin tidak perlu kata-kata tetapi aku tidak tahu bagaimana nasib cinta jika para pecinta kehilangan lidahnya?” Hlm. 59.

Lewat Joko Swiwi, saya dipertemukan dengan sesosok manusia yang lahir dari seorang Ibu yang pernah bekerja di luar negeri, tanpa kejelasan siapa bapak kandungnya dannnnnnn ia terlahir sebagai manusia serupa unggas karena mempunyai sepasang sayap. Agak aneh tapi lucu dan penuh pesan moral.

Lewat Simsalabim, saya mengbayangkan apa jadinya jika pesulap dianggap sebagai Tuhan oleh orang-orang yang putus asa pada nasibnya. Bukankah Tuhan sesungguhnya pun berfirman, Ia tidak akan mengubah nasib seseorang kecuali orang itu sendiri yang mengubahnya?

Itulah beberapa cerpen yang saya suka dari 14 cerpen yang ada di Linguae. SGA berhasil membawa saya pada imajinasi yang belum pernah saya bayangkan sebelumnya. Dan bisa dibilang, gila! Hahaa. Selain lucu dan manis, beberapa cerpen juga membawa pesan sosial yang gampang-gampang susah buat ditangkap yang disajikan dalam cerita yang absurd.

Tidak sabar untuk membaca buku SGA lainnya!!!


Ps:

Buku ini saya dapatkan dari seseorang di Medan sana. Terima kasih sudah berbagi buku dan menambah bahan koleksi kosakata saya. God bless you.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s