Novel Entrok – Okky Madasari

IMG20180628212906-01

Judul buku: Entrok

Penulis: Okky Madasari

Ilustrasi dan Desain Sampul: Restu Ratnaningtyas

Penerbit: P. T. Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 978-979-22-5589-8

Terbit: April 2010

Tebal: 288 halaman

Rating: 4/5


Entrok berarti BH alias Bra.

Bagi Marni, mempunyai entrok adalah sebuah mimpi yang perlu perjuangan keras dan kesungguhan. Di kala ia muda, entrok adalah barang mewah yang tak semua orang bisa memilikinya. Marni hidup dalam kemiskinan tapi ia tak pernah miskin semangat. Demi entrok, ia rela bekerja lebih keras, bahkan ketika satu-satunya pekerjaan yang bisa dibayar dengan uang saat itu adalah menjadi kuli, Marni benar-benar rela. Marni adalah seorang yang memuja leluhur, ia percaya bahwa doa dan syukur adalah semata untuk Gusti Mbah Ibu Bumi Bapa Kuasa.

Rahayu. Ia adalah anak Marni. Lahir di saat zaman sudah berubah dan sudah mulai mengenal sekolah. Rahayu hidup berkecukupan. Kerja keras Marni dari bakulan, termasuk ‘bakul duit’ telah membuahkan hasil hingga Marni bisa mempunyai sawah, kebun tebu, mobil hingga bisa menyekolahkan Rahayu sampai kuliah. Di sekolah, Rahayu belajar agama yang mengajarkannya bahwa Gusti Allah adalah satu-satunya yang berhak disembah hingga kemudian perbedaan keyakinan dengan ibunya membuat mereka menjadi asing dan menganggap apa yang dilakukan ibunya adalah dosa besar.

Tapi bagaimana aku bisa menyembahMu kalau kita memang tidak pernah kenal? – Hlm. 124

Ealah… Nduk, sekolah kok malah membuatmu tidak menjadi manusia. – Hlm. 125

Marni dan Rahayu hidup terpisah selama bertahun-tahun. Terlalu banyak perbedaan yang membuat jarak mereka semakin jauh. Satu yang sama diantara keduanya, mereka sama-sama menjadi korban orang-orang punya kuasa. RT, lurah hingga aparat negara berbaju loreng memainkan kuasa seenaknya dan menjadikan Marni dan Rahayu kehilangan materi hingga kebebasan.

Ini adalah novel sejarah yang menyenangkan. Berbagai peristiwa yang terjadi sejak tahun 1950 sampai 1994 membawa saya pada perjalanan hidup Marni dan Rahayu yang diwarnai dengan kesewenang-wenangan penguasa, ketidakadilan, hak asasi manusia, kesetaraan, pentingnya toleransi, kekerasan dan PKI. Jika saja novel ini terbit sebelum orde baru, novel ini mungkin akan ‘diharamkan’ untuk hadir dan bisa dinikmati pembaca.

Tiap bab cerita dibawakan bergantian dari sudut pandang Rahayu dan Marni. Penulisan cerita yang disampaikan Mbak Okky berhasil membuat saya yang tidak suka sejarah jadi ingin lebih tahu sejarah negeri ini. Ini adalah salah satu cara efektif belajar sejarah yang tidak membosankan dan bahkan berhasil beberapa kali membuat saya tercengang.

Pemakaian bahasa yang campur dengan bahasa Jawa, karena berlatar di Jawa Timur dan Jawa Tengah tidak membuat keasyikan membaca novel ini berkurang. Sebuah novel yang dibawakan dengan santai tapi membuat pembaca tidak sabar ingin tahu akan apa yang terjadi selanjutnya.

Ini novel Mbak Okky pertama yang saya baca dan berhasil membawa keinginan untuk ingin membaca karya Mbak Okky lainnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s