Membaca Buku itu Menyenangkan. Kenapa?

jk-rowling-on-reading

Berawal dari sebuah buku Ensiklopedia Flora dan Fauna milik Mamah yang mengisi masa kecil saya, dari situlah saya jatuh cinta dengan membaca. Entah kenapa buku itu masih sangat melekat dalam ingatan. Buku yang membawa saya bersafari ke hutan dan padang rumput bertemu hewan yang bahkan belum pernah saya temui.

Buku itu menarik. Terlebih karena foto yang disajikan sungguh memanjakan mata. Saya baca keterangan yang ada mengenai hewan-hewan yang ada di buku itu dan membuat saya semakin merasa sedang berpetualang di sebuah hutan. Ah ya, waktu itu sedang ramai tren sewa VCD. Bapak saya membawakan saya VCD The Lion King, jadilah saya setelah menonton film tersebut yang sungguh membuat saya jatuh cinta dengan filmnya, saya mencari hewan yang ada di film tersebut di buku Ensiklopedia Flora dan Fauna tadi. Dan ketika saya menemukan hewan yang ada di The Lion King di buku tersebut, seketika saya merasa mendapat pencerahan. Ada sesuatu yang baru lagi di kepala saya. Ada sesuatu yang kembali membawa saya berkhayal dan berpetualang. Dan, inilah salah satu alasan mengapa saya senang membaca buku.

Yang saya rasakan ketika membaca buku adalah,

  • Reading brings joy. Ketika saya membaca, saya merasakan keintiman saya dengan dunia yang ada di kepala saya. Perlahan saya bisa melupakan sejenak hiruk-pikuk kehidupan dan segala kesibukan yang telah menyita waktu dan energi. Ketika insomnia saya datang, membaca adalah salah satu yang membuat saya bisa tidur dengan mudah. Bukan karena buku yang saya baca itu membosankan. Semua itu karena membaca telah membawa saya pada keadaan relax dan nyaman. Membaca adalah semacam proses healing dan sesuatu yang menjauhkan saya dari stress. Membaca adalah salah satu hal yang bisa bikin saya tetap waras.
  • Discover, Time Travel. Membaca telah membawa saya berpetualang entah itu ke masa lampau atau ke masa yang akan datang. Membaca buku dengan setting hari-hari yang telah lalu membuat saya berpetualang ke masa yang bahkan belum pernah saya alami. Latar lokasi yang menjadi bagian dari cerita juga telah membawa saya berpetualang ke banyak tempat yang belum pernah saya kunjungi. Saya bisa membayangkan bagaimana Bandung di Tahun 1990 seperti apa ketika saya membaca Dilan – Pidi Baiq. Saya bisa merasakan badai pasir dan panasnya Mesir ketika saya membaca Ayat-ayat Cinta – Habiburrahman El Shirazy. Saya bisa merasakan kembali serunya jadi anak SMA ketika membaca novel TeenLit. Saya bahkan bisa membayangkan bagaimana jika saya berprofesi sebagai penulis, banker, arsitek, pengacara dan lain sebagainya ketika saya membaca novel dewasa.
  • Learn Something New. Buku adalah jendela dunia dan membaca adalah cara kita untuk membuka jendela dan melihat dunia tersebut. Membaca sudah jelas akan membawa kita pada sesuatu yang baru, ilmu baru, kata-kata baru, cara pandang yang baru dan apapun itu yang akan membukakan mata, hati dan kepala kita pada hal-hal yang baru. Membaca itu mengayakan. Seorang teman pernah bilang, membaca itu juga adalah sebagai sarana untuk menutrisi otak. Dan that’s totally right!

Itulah beberapa hal yang saya rasakan ketika saya membaca buku. Cukup menyenangkan bukan?

Quotefancy-358088-3840x2160

Semoga yang belum suka baca buku, bisa tertular virus membaca dari postingan ini ya! Haha

Semoga bermanfaat.

Selamat menghabiskan akhir pekan.

Salam,

Yossi Fitriani, yang hari Sabtu engga libur kerja.


Sumber Gambar:
https://inbetweenbookpages.wordpress.com/tag/j-k-rowling/
https://quotefancy.com/quote/8368/J-K-Rowling-If-you-don-t-like-to-read-you-haven-t-found-the-right-book

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s